Archive for September, 2012

Lingkaran Setan

Sep 19 2012 Published by under Uncategorized

Apakah kita sudah terjebak di lingkaran setan ini? Karena tarif terjemahan yang kita pasang terlalu murah, kita jadi kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akibatnya, kita lembur 22 jam sehari (yang 2 jam untuk ke kamar mandi), melebihi batas kewajaran. Hasil terjemahan menjadi tidak wajar pula. Rasa kantuk dan lelah mendorong kualitas terjemahan kita ke titik terendah. Dari situ jalan semakin menurun, karena kualitas rendah, tarif kita semakin ditekan rendah oleh klien, dst.

lingkaran setan penerjemah - kualitas terjemahan jelek - tarif terjemahan murah - kejar setoran

Mengatasi masalah ini tidak bisa hanya mengharapkan belas kasihan dari klien untuk menaikkan tarif kita. Sampai kapan pun yang namanya klien pasti akan cari penerjemah terbaik dengan tarif termurah untuk mengoptimalkan pengeluaran mereka. Kodratnya memang seperti itu. Yang bisa kita utak-atik ya dari kita sendiri. Sebagai penerjemah kalau ditawari pekerjaan dengan tarif yang kelewat rendah oleh klien apakah kita berani menolaknya?

One response so far

Penerjemahan Buku vs Penerjemahan dalam Pelokalan

Sep 18 2012 Published by under Uncategorized

Tulisan ini saya comot dari diskusi yang terjadi di halaman Facebook Himpunan Penerjemah Indonesia. Salah seorang rekan penerjemah mempertanyakan kenapa di dunia pelokalan perlu ada tahapan QA (Quality Assurance) segala. Sementara di dunia penerbitan buku, proses penerjemahan sepertinya lebih sederhana tapi hasilnya tetap enak dibaca. Tidak perlu ada model tahapan QA yang sering kali menjadi ajang debat kusir antara penerjemah dan editor.

Menurut saya, di dunia pelokalan kita lebih sering menemui tahapan QA ini karena proses penerjemahan buku dan proses penerjemahan pada pelokalan memang berbeda, seperti terlihat pada diagram yang (terlalu) sederhana ini:

Proses Penerjemahan Buku

Pada proses penerjemahan buku, secara umum si penerjemah menerjemahkan dari awal sampai akhir, dari halaman depan sampai belakang.

Penerjemahan pada proses pelokalan

Pada proses pelokalan, secara umum (kecuali saat pertama kali tentunya) teks tidak diterjemahkan secara linear tapi secara vertikal, baik dalam hal waktu penerjemahan atau pun dalam hal penerjemah. Karena berasal dari beragam sumber, teks tidak mengenal kata awal dan akhir. Mana yang perlu atau siap untuk diterjemahkan akan diterjemahkan terlebih dulu.

Selain itu, mengingat bahwa pelokalan adalah tentang produk, bukan semata-mata tentang teks, objek yang perlu diterjemahkan biasanya beragam (teks pada kemasan produk, teks pada manual produk, teks untuk keperluan marketing, dsb) tetapi tetap menuntut konsistensi gaya terjemahan yang tinggi. Itulah menurut saya penjelasan mengapa penerjemahan dalam proses pelokalan memerlukan tahapan QA.

2 responses so far

« Prev