Archive for July, 2010

Kiat Memilih Penerjemah

Jul 26 2010 Published by under Uncategorized

Dengan banyaknya iklan yang menawarkan jasa terjemahan, baik melalui koran, selebaran, dan sebagainya, dengan janjinya masing-masing, tentu tidak mudah bagi kita untuk memilih penerjemah ketika membutuhkannya. Sebagai pijakan awal, ada tiga hal yang bisa Anda pertimbangkan guna mendapatkan terjemahan yang sesuai kebutuhan Anda: kualitas, keandalan, dan tarif. Penerjemah yang akan Anda pilih hendaknya adalah penerjemah dengan kualitas terjemahan yang Anda harapkan, yang dapat diandalkan untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, dan dengan tarif terjemahan yang sepadan dengan kualitas yang ditawarkan. Berikut adalah beberapa kiat yang dapat Anda gunakan dalam memilih penerjemah:

Pilih penerjemah yang berlatar belakang pendidikan bahasa dan/atau memiliki pengalaman menerjemahkan

Dalam menerjemahkan, penerjemah pasti menghadapi masalah-masalah teknis bahasa, baik dalam memahami kalimat bahasa sumber atau mencari padanan dalam bahasa sasaran. Dengan latar belakang pendidikan bahasa, penerjemah akan lebih mudah dan lebih cepat memecahkan masalah seperti ini karena memiliki perangkat analisis yang diperlukan. Pilihan yang lain adalah dengan mencari penerjemah yang telah berpengalaman. Latar belakang pendidikan formal sedikit banyak dapat digantikan dengan pengalaman. Penerjemah yang sudah cukup berpengalaman dalam menerjemahkan meskipun tidak berlatar pendidikan bahasa biasanya memiliki rasa bahasa yang cukup tinggi untuk mengatasi kebanyakan masalah tersebut. Kendati idealnya adalah menemukan penerjemah yang memenuhi keduanya, yang terpenting adalah jangan hanya memilih penerjemah semata-mata karena yang bersangkutan menguasai dua bahasa karena dua bahasa saja tak cukup.

Pilih penerjemah yang berpengalaman mengerjakan materi yang sama dengan materi yang ingin Anda terjemahkan

Seorang penerjemah profesional biasanya dapat menerjemahkan sebagian besar jenis teks karena dapat melakukan riset kecil jika menemukan kesulitan dalam menerjemahkan. Namun, riset seperti ini akan memakan waktu dan hasilnya belum tentu akurat. Kesulitan dalam menerjemahkan materi yang asing bagi penerjemah adalah dalam memahami dan menerjemahkan terminologi yang bersifat teknis. Jika teks yang ingin Anda terjemahkan adalah teks hukum misalnya, akan ada banyak terminologi hukum dalam teks tersebut. Seorang penerjemah yang tidak berpengalaman mengerjakan penerjemahan hukum akan memerlukan waktu yang lebih lama dan hasil terjemahan yang mungkin kurang akurat. Oleh karena itu, lebih baik jika dari awal kita mencari penerjemah yang sudah berpengalaman menerjemahkan materi yang sama dengan materi Anda.

Pilih penerjemah dengan riwayat kerja yang baik

Selain kualitas terjemahan, keandalan penerjemah dalam menyerahkan hasil terjemahan tepat waktu tentunya adalah yang diharapkan oleh pengguna jasa terjemahan. Terjemahan yang paling sempurna pun tidak akan ada nilainya jika diserahkan melewati hari saat terjemahan tersebut diperlukan. Jika Anda belum pernah bekerja dengan seorang penerjemah, Anda mungkin tidak mengetahui apakah seorang penerjemah dapat diandalkan atau tidak. Namun, Anda selalu dapat mengetahui riwayat kerja penerjemah tersebut dengan bertanya kepada orang yang pernah bekerja dengannya.

Pilih penerjemah dengan memberikan pekerjaan kecil dahulu sebagai ujian

Cara yang cukup akurat dalam memilih penerjemah adalah dengan mempertimbangkan hasil kerjanya secara langsung. Jika bahan yang akan Anda terjemahkan jumlahnya cukup besar, Anda dapat memulai dengan mengirimkan pekerjaan kecil dahulu kepada seorang penerjemah untuk mengujinya. Dari hasil pekerjaannya ini, Anda dapat menentukan apakah akan menggunakan penerjemah tersebut seterusnya. Biasanya dari sini Anda akan melihat setidaknya beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan, seperti kualitas terjemahan yang bersangkutan, keandalan penerjemah dalam memenuhi tenggat yang diberikan, dan sebagainya. Anda bisa menjadikan ini sebagai referensi awal. Jika hasilnya sesuai dengan yang Anda butuhkan, Anda dapat terus melanjutkan dengan proyek yang lebih besar. Namun, jika tidak, Anda bisa memutuskan untuk tidak lagi menggunakan penerjemah yang bersangkutan.

Pilih penerjemah selalu berdasarkan kualitasnya, bukan tarif

Tidak semua penerjemah yang kualitasnya bagus tarifnya tinggi; dan sebaliknya tidak semua penerjemah yang kualitasnya jelek tarifnya rendah. Kalau keputusan Anda dalam memilih penerjemah semata-mata ditentukan oleh tarif yang ditawarkan, kemungkinan besar Anda tidak akan mendapatkan penerjemah yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pencarian Anda akan penerjemah hendaknya selalu diawali dengan mencari penerjemah yang kualitas terjemahannya dapat memenuhi kebutuhan Anda. Jika Anda sudah menemukan beberapa calon yang menawarkan kualitas sebanding, Anda dapat bergerak dengan mempertimbangkan tarif yang ditawarkan.

Pilih penerjemah yang tidak menawarkan tarif yang kelewat murah

Seperti dalam membeli produk lainnya, kita harus waspada terhadap penawaran harga yang jauh lebih murah dari pada harga pasar. Penerjemah agar dapat menghasilkan terjemahan yang ideal, setidaknya memerlukan waktu 1 jam untuk menyelesaikan 250-300 kata teks sumber (kurang lebih 1 halaman). Jika ada penerjemah yang menawarkan harga terjemahan separuh dari harga pasar, ini berarti jika penerjemah tersebut ingin mendapatkan pendapatan yang sama, ia harus bekerja dua kali lipat dari pada kecepatan wajarnya. Pekerjaan yang tergesa-gesa seperti ini pasti akan mempengaruhi kualitas terjemahannya. Kemungkinan lain yang dilakukan penerjemah untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat adalah dengan menggunakan mesin penerjemah. Ini tak kalah buruknya bagi kualitas terjemahan yang dihasilkan. Jika yang Anda cari adalah terjemahan yang berkualitas, hendaknya Anda menolak tawaran penerjemah yang Anda ketahui menggunakan mesin penerjemah. Perlu selalu diingat bahwa terjemahan mesin bukan terjemahan manusia.

Untuk referensi lebih lanjut tentang kiat-kiat dalam membeli jasa terjemahan, Anda dapat membaca terbitan dari FIT di sini atau terbitan dari ATA di sini.

2 responses so far

Sertifikasi Nasional Pertama bagi Penerjemah di Indonesia

Jul 18 2010 Published by under Uncategorized

Tanggal 17 Juli 2010 kemarin merupakan salah satu hari bersejarah bagi profesi penerjemah di Indonesia. Untuk pertama kalinya, Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) mengadakan tes sertifikasi nasional bagi anggotanya. Tes yang berlangsung di Jakarta ini dilaksanakan guna menanggapi kebutuhan akan surat bukti kompetensi profesi bagi penerjemah yang berlaku secara nasional.

Peserta Tes Sertifikasi Nasional (TSN) ini adalah penerjemah profesional yang menjadi anggota HPI. Untuk mengikuti TSN, anggota HPI harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu, seperti berpengalaman kerja sebagai penerjemah sedikitnya tiga tahun, mempunyai bukti hasil kerja berupa buku yang sudah diterbitkan atau dokumen yang sudah diterjemahkan. Anggota HPI juga diminta untuk menunjukkan partisipasinya dalam kegiatan organisasi HPI, baik dalam bentuk pelatihan, seminar, diskusi, maupun lokakarya. Selain itu, peran serta dalam kongres, forum, seminar tentang penerjemahan, baik tingkat internasional mau pun nasional, juga dijadikan sebagai pertimbangan seleksi untuk mengikuti TSN.

TSN yang memungut biaya sebesar Rp. 1.000.000. ini diadakan di Gedung Setiabudi 2, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta, dan tercatat 14 orang penerjemah anggota HPI mengikutinya. Dari peserta yang hadir, beberapa sengaja datang dari sejumlah daerah di Indonesia khusus untuk mengikuti tes ini. Materi tes yang berlangsung selama empat jam ini terdiri atas tiga bagian yang dikerjakan secara manual dengan tulisan tangan. Bagian pertama adalah untuk menguji ketepatan penyampaian pesan dalam terjemahan peserta. Dalam waktu 45 menit yang diberikan, peserta harus menerjemahkan sebuah teks umum sepanjang 486 kata. Bagian kedua menguji keterampilan menerjemahkan peserta. Di bagian ini, peserta diwajibkan untuk memilih salah satu teks yang disediakan yang terdiri dari berbagai bidang untuk diterjemahkan. Pilihan bidang yang disediakan antara lain hukum, sosiologi, ekonomi, sastra, dan kesehatan. Pada bagian yang terakhir, peserta diminta untuk menjawab pertanyaan tentang contoh kasus yang terkait dengan kode etik HPI. Kasus yang ditampilkan merupakan contoh kasus yang aktual dan dapat ditemui oleh penerjemah dalam kerjanya sehari-hari.

Bagi peserta tes yang lulus, HPI yang merupakan organisasi profesi penerjemah dan juru bahasa di Indonesia yang sudah diakui oleh organisasi penerjemah internasional (Fédération Internationale des Traducteurs) sejak tahun 1974 ini akan menerbitkan sertifikat yang menyatakan bahwa penerjemah yang bersangkutan mampu menjalankan tugasnya sebagai penerjemah profesional. Sertifikat ini berlaku secara nasional. Sesudah jangka waktu lima tahun, penerjemah harus mengikuti ujian penyegaran yang dilaksanakan oleh HPI guna mempertahankan sertifikatnya tersebut.

9 responses so far

Menghindari Jebakan Tarif Terjemahan Murah

Jul 01 2010 Published by under Uncategorized

Banyak penerjemah yang memulai kariernya sebagai penerjemah profesional dengan tarif yang ‘bersaing’ [istilah sopan untuk mengatakan tarif yang terlalu rendah dibandingkan dengan harga pasar yang berlaku]. Tindakan ini biasanya dipilih sebagai strategi untuk menembus pasar terjemahan yang sudah ada karena penerjemah baru merasa tidak memiliki kelebihan lain yang dapat dijadikan sebagai daya saing.

Masalahnya kemudian, seiring waktu, dengan tarif yang terlalu murah, sang penerjemah biasanya akan kewalahan dengan banyaknya pekerjaan yang diterima. Akibatnya, penerjemah terpaksa harus meningkatkan kecepatan penerjemahannya untuk dapat memenuhi permintaan kliennya. Dalam kondisi seperti ini, penerjemah menjadi terjebak: penerjemah tidak kuasa menolak pekerjaan yang banyak masuk karena pertimbangan finansial; tapi dengan menerima pekerjaan tersebut, penerjemah tidak dapat berkomitmen untuk menghasilkan terjemahan bermutu. Pekerjaan yang tergesa-gesa selalu berisiko menghasilkan terjemahan dengan mutu rendah.

Salah satu solusinya sebenarnya cukup jelas: penerjemah harus menaikkan tarif terjemahannya agar tetap bisa memperoleh pendapatan yang sama dengan beban kerja yang lebih ringan. Namun, tentunya cara ini tidak dapat mentah-mentah diterapkan begitu saja. Jika tiba-tiba saja kita menaikkan tarif terjemahan kita untuk semua klien, bukan tidak mungkin kita akan langsung kehilangan sebagian besar klien langganan kita. Bisa dibayangkan jika ini dialami pada seseorang yang pendapatannya sepenuhnya berasal dari hasil kerja terjemahan (penerjemah full-time). Penerjemah bisa kehilangan penghidupannya dengan seketika.

Untuk menghindari hal tersebut, kenaikan tarif bisa dilakukan perlahan-lahan secara selektif. Penerjemah juga harus terus mencari klien baru yang bersedia membayar tarif yang sesuai dengan kualitas terbaik yang kita tawarkan. Jadi, misalnya, jika saat ini kita sudah memiliki cukup banyak klien langganan dengan tarif yang sama, ketika kita bisa menemukan satu klien baru dengan tarif yang lebih tinggi dan berpotensi menjadi langganan, kita bisa mengajukan kenaikan tarif ke satu klien yang lama. Jika klien lama itu menolak tarif baru yang kita ajukan dan berhenti menggunakan jasa kita, pendapatan dari klien baru itu bisa menggantikannya. Sebaliknya, jika klien itu menerima tarif baru tersebut, kita bisa menerapkan kenaikan tarif ini ke klien lama lainnya, dan seterusnya satu per satu. Dengan cara ini, kita bisa terus bekerja menghasilkan mutu terjemahan yang kita harapkan dan tetap mendapatkan penghasilan yang kita inginkan.

7 responses so far