Archive for the 'Uncategorized' Category

Agar Tidak Kehilangan Bahasa Indonesia

Sep 12 2014 Published by under Uncategorized

Waktu Membaca: 2 menit

Salah satu ketakutan saya sebagai penerjemah yang tidak tinggal di Indonesia adalah kehilangan kemampuan bahasa Indonesia saya. Meskipun sebenarnya saya tidak bermukim sejauh itu dari Indonesia. Dari sini, Singapura, saya hanya perlu waktu sekitar 1 jam untuk sampai ke Batam. Saya juga selalu pulang ke rumah saya di Batam setiap akhir pekan. Jadi kalau dihitung mungkin saya menghabiskan sekitar 70 persen waktu saya di luar Indonesia.

Tapi sehari-hari di kantor saya selalu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, baik ketika menulis/membaca email, rapat, mau pun ngobrol dengan rekan kerja. Ini berarti dalam lingkungan pekerjaan, saya lebih banyak terpapar oleh bahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia. Saya khawatir lama kelamaan bahasa Indonesia saya akan semakin terkikis atau terpengaruh dengan bahasa Inggris (Kalau tidak salah gejala ini disebut Language Attrition).

Untuk orang yang tidak bekerja di bidang penerjemahan, mungkin ini tidak akan menjadi masalah. Tetapi untuk seorang penerjemah, saya curiga gejala ini perlahan-lahan akan tampak dalam hasil terjemahan saya. Mungkin saya merasa menulis dalam bahasa Indonesia tapi diam-diam struktur bahasa Inggris ikut masuk ke dalam kalimat-kalimat saya. Atau bisa juga saya semakin lama akan semakin nyaman menggunakan istilah asing mentah-mentah tanpa merasa perlu mencari padanannya di bahasa Indonesia yang sudah ada.

Solusi yang terpikirkan saat ini adalah saya selalu berusaha untuk memaparkan diri ke Bahasa Indonesia sebanyak dan sesering mungkin. Kalau di kantor saya lebih banyak mengkonsumsi dan memproduksi teks atau ujaran dalam bahasa Inggris, di luar jam kerja, termasuk saat akhir pekan di Batam, saya berusaha menenggelamkan diri kembali ke lingkungan bahasa Indonesia. Karena keluarga saya masih di Indonesia, pulang kerja misalnya saya banyak bercakap-cakap dengan mereka dalam Bahasa Indonesia informal melalui telepon.

Berkat Internet, saya juga masih bisa mendengarkan radio di Yogjakarta yang selalu saya dengarkan sejak zaman kuliah dulu. Dari siaran radio seperti ini biasanya kita bisa mengikuti kata-kata slang yang sedang tren. Kalau sedang ada waktu, saya juga sering menonton acara-acara televisi Indonesia, baik yang langsung melalui streaming atau rekaman yang ada di Youtube. Untuk bahasa yang lebih baku, saya bisa menonton siaran berita atau pun gelar wicara. Di Batam, saya juga berlangganan beberapa harian lokal berbahasa Indonesia untuk saya lembur di akhir pekan.

Saya juga rutin berbelanja buku di Gramedia Batam setiap bulan untuk bekal sehari-hari saat menuju kantor. Buku-buku yang saya incar biasanya buku-buku yang ditulis dalam bahasa Indonesia, bukan buku terjemahan. Saya suka khawatir kalau membaca buku terjemahan saya justru akan semakin tidak bisa membedakan mana yang bahasa Indonesia asli dan mana yang bahasa Indonesia yang sudah terpengaruh bahasa Inggris. Lebih nyaman rasanya sebagai upaya melakukan katarsis dari bahasa Inggris untuk membaca kumpulan cerpen, novel, atau juga puisi yang ditulis dalam bahasa Indonesia.

Untuk asupan yang lebih spesifik berbau bahasa dan penerjemahan, saya juga masih mengikuti berita dan diskusi yang ada di milis Bahtera, grup Facebook HPI, dan blog-blog penerjemah, seperti blog Mbak Dina Begum atau blog Bahtera. Menulis di blog ini sebenarnya juga salah satu upaya saya agar tidak kehilangan bahasa Indonesia. Nah, jadi pertanyaannya sekarang, menurut Anda apakah tulisan saya ini masih berasa bahasa Indonesia ataukah sudah ada tanda-tanda tercemar oleh bahasa Inggris di sana-sini?

6 responses so far

Kelas dan Sertifikasi Online terkait Penerjemahan dan Pelokalan

Agu 21 2014 Published by under Uncategorized

Waktu Membaca: 1 menit

Berikut ini beberapa kelas dan sertifikasi online yang berhubungan dengan penerjemahan dan pelokalan yang berhasil saya kumpulkan. Silakan tuliskan komentar di bawah kalau ada yang lain yang bisa dimasukkan ke dalam daftar ini. Continue Reading »

One response so far

Sertifikasi Manajemen Proyek Pelokalan

Apr 09 2013 Published by under Uncategorized

Waktu Membaca: 2 menit

Saya baru saja berkesempatan mengikuti Sertifikasi Manajemen Proyek Pelokalan (Localization Project Management Certification) yang diadakan oleh The Localization Institute di Singapura pada tanggal 8-9 April 2013. The Localization Institute sendiri merupakan salah satu organisasi ternama di industri pelokalan yang menyediakan pelatihan, seminar, dan konferensi untuk komunitas pelokalan internasional. Sertifikasi ini pada dasarnya merupakan penerapan standar Project Management Institute (PMI) dalam bidang pelokalan. Peserta sertifikasi ini disyaratkan memiliki pengalaman 3-5 tahun dalam manajemen proyek pelokalan.

LPMC-Logo-New-11-12

Saya sudah lama tertarik untuk mengikuti sertifikasi ini. Namun baru kali ini saya bisa ikut karena tahun ini sertifikasi ini diadakan di Singapura. Biaya pendaftaran sertifikasi ini cukup mahal kalau dirupiahkan, sekitar Rp14 juta (USD1450).  Untuk bisa mengikuti tes sertifikasi, saya harus merampungkan terlebih dahulu kelas online selama 12 jam dan mengikuti lokakarya selama 2 hari.

Materi kelas online bisa dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama menjabarkan pengetahuan praktis tentang pelokalan. Beberapa topik menarik yang dibahas dalam bagian ini antara lain mengenai karakteristik perusahaan global, 5 model localization maturity dalam perusahaan, dan pengaruh teknologi dalam industri ini, seperti tren pendekatan agile dalam mengelola proyek pelokalan, crowdsourcing, sistem pengelolaan terjemahan berbasis cloud-computing, MT dan post-editing, dsb.

Sementara itu bagian kedua membahas tentang teknis manajemen pengelolaan proyek pelokalan sesuai dengan standar PMI. Proses manajemen proyek yang dibahas dalam bagian ini mulai dari project initiation, budgeting  scheduling, execution, monitoring, hingga project closure. Selain itu, materi penting lainnya yang diajarkan antara lain manajemen risiko, manajemen komunikasi, dan manajemen kualitas. Daftar kurikulum lengkap kelas online ini bisa dibaca di sini.

Di Singapura, lokakarya selama 2 hari diadakan di sebuah pusat pelatihan di daerah Kembangan. Di lokakarya ini saya bisa bertatap muka secara langsung dengan fasilitator, Willem Stoeller, dan juga peserta lain yang mengikuti sertifikasi. Untuk sertifikasi kali ini ada 8 peserta yang mengikuti. Saya kebetulan satu-satunya peserta dari Singapura. Seorang peserta merupakan Manajer Operasional dari sebuah agensi di Amerika. Seorang lainnya merupakan Manager Pelokalan dari SAS Institute, Taiwan. Seorang lagi adalah Manajer Proyek dari sebuah agensi di Kamboja. Empat peserta lainnya merupakan rombongan dari tim pelokalan NetApp.

Hari pertama lokakarya diisi dengan tiga sesi kerja kelompok setelah sebelumnya fasilitator memberikan satu sesi ulasan materi yang telah kami pelajari melalu kelas online. Di masing-masing sesi ini kami dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk berdiskusi, menyusun, dan mempresentasikan beberapa proyek fiktif dengan penekanan pada materi Work Breakdown Structure, Localization Maturity, dan Manajemen Risiko.

Pada hari kedua lokakarya, kami berkesempatan untuk mendengarkan presentasi studi kasus dari beberapa penyaji. Hari kedua ini dimaksudkan agar kami bisa melihat lebih jauh penerapan materi yang telah kami pelajari sebelumnya di dalam kehidupan nyata. Penyaji pertama dan kedua merupakan perwakilan dari Autodesk. Mereka menjabarkan proses pelokalan produk dan dokumentasi di Autodesk dan peran Manajer Proyek di perusahaan tersebut. Penyaji kedua merupakan seorang konsultan pelokalan, Angelika Zerfass, yang menceritakan pengalamannya menangani proyek pembuatan pusat data terminologi di sebuah perusahaan. Sementara pembicara terakhir, Andrew Lawless, mengajak peserta berdiskusi tentang pendekatan yang bisa diambil dalam memelihara hubungan dengan pemangku kepentingan proyek pelokalan.

Lokakarya hari kedua ini kemudian ditutup dengan tes sertifikasi yang berlangsung selama 2 jam. Materi yang diujikan dalam tes ini merupakan materi yang telah kami pelajari melalu kelas online dan juga materi dari lokakarya hari pertama.

4 responses so far

« Prev - Next »