Berapa Potensi Penghasilan Maksimal Seorang Penerjemah Lepas?

Aug 20 2018

Menghitung uang memang selalu mengasyikan. Saya beberapa kali mendengar, atau membaca, di forum-forum penerjemah pertanyaan mengenai berapa penghasilan seorang penerjemah lepas. Pertanyaan ini biasanya datang dari rekan-rekan yang baru mempertimbangkan untuk alih profesi menjadi penerjemah purnawaktu.

Jawabannya pun biasanya beragam. Tergantung dari pengalaman pihak yang menjawab. Juga tergantung dari optimisme masing-masing. Mari kita coba kita hitung potensi penghasilan maksimal penerjemah. Hitung-hitungan ini akan didasarkan kepada asumsi yang super optimis dan memerlukan kerja gila-gilaan untuk mewujudkannya. Berikut asumsi-asumsinya:

  1. Penerjemah bekerja 30 hari setiap bulan. Dengan asumsi penerjemah tersebut tidak butuh libur dan tidak pernah jatuh sakit.
  2. Penerjemah bekerja 16 jam per hari. Dengan asumsi penerjemah tersebut hanya butuh waktu 8 per hari untuk makan, tidur, dan melakukan hal-hal lainnya. Sisa 16 jam per hari digunakan penuh untuk menerjemahkan.
  3. Suplai pekerjaan tidak terbatas. Asumsinya penerjemah ini punya klien yang tidak terbatas yang siap mensuplai yang bersangkutan dengan pekerjaan. Setiap kali satu pekerjaan selesai, pekerjaan yang lain sudah menunggu untuk dikerjakan. Tidak ada waktu menganggur.
  4. Semua klien membayar mahal, dalam dolar US. Asumsinya semua klien penerjemah ini adalah klien luar negeri yang bersedia membayar dengan tarif dolar di atas rata-rata saat ini. Kita misalkan saja 0.1 USD per kata.
  5. Penerjemah dapat menerjemahkan dengan sangat cepat. Asumsinya setiap jam penerjemah ini bisa menerjemahkan tanpa henti hingga 500 kata. Ini di atas rata-rata yang biasanya sekitar 200-300 kata per jam.
  6. Kurs Rupiah sedang melemah terhadap US dolar. Kita anggap saja Rp14.500

Nah, dengan asumsi-asumsi tersebut, kita bisa menghitung berapa banyak potensi penghasilan maksimal seorang penerjemah lepas:

Penghasilan maksimal = 30 hari x 16 jam x 500 kata x 0.1 USD x Rp 14.500= Rp340 juta

Angka ini menurut saya sudah maksimal dengan catatan penerjemah tersebut hanya bekerja sendiri. Saya berani sebut maksimal karena sepertinya tidak mungkin seorang penerjemah bisa menerjemahkan lebih dari 30 hari sebulan, lebih dari 16 jam sehari, lebih dari 500 kata per jam, atau mendapatkan lebih dari 0.1 USD per kata.

Tentu saja kerja gila-gilaan seperti ini kalau pun bisa, kemungkinan besar tidak akan tahan lama. Hitungan pembanding yang lebih realistis mungkin seperti ini:

20 hari x 8 jam x 200 kata x 0.05 USD x Rp 13.500= Rp22 juta

No responses yet

Leave a Reply