Archive for 2010

Mengelola Portofolio Klien

Aug 26 2010 Published by under Uncategorized

Pernahkah Anda menghadapi skenario seperti ini: menghabiskan waktu satu bulan penuh menerima puluhan proyek terjemahan, tapi ketika akhir bulan Anda dapati tak satu rupiah pun masuk ke rekening Anda; atau melewati satu minggu bekerja habis-habisan, lembur hingga 12 jam per hari, tapi tiga minggu berikutnya Anda mati kebosanan karena tidak mengantongi pekerjaan apa pun untuk diterjemahkan. Jika Anda punya banyak langganan tapi peristiwa di atas tetap terjadi, mungkin sudah saatnya Anda mengelola portofolio klien Anda.

Anda mungkin punya banyak klien yang rutin memberikan pekerjaan terjemahan. Namun ingat, sumber daya kita terbatas. Jika tidak memiliki prioritas, kita cenderung akan mengerjakan apa yang ada di depan mata. Padahal tiap-tiap klien menyimpan nilai yang berbeda bagi bisnis Anda. Kumpulan klien yang tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan laju bisnis terjemahan tidak optimal. Mengelola portofolio berarti menentukan klien yang akan diprioritaskan berdasar kriteria tertentu, demi mencapai sasaran bisnis tertentu.

Untuk mulai mengelola portofolio klien, Anda dapat membuat daftar lengkap pelanggan Anda. Dari daftar ini, Anda akan melihat bahwa sejumlah klien mempunyai karakteristik yang kurang lebih sama. Kita dapat memecah daftar yang ada ke dalam beberapa kategori, seperti individu, perusahaan, agensi lokal, agensi internasional, dan sebagainya. Apabila perlu, Anda dapat memecah kategori ini menjadi lebih kecil, misal individu A dan B, jika kedua kelompok klien itu menunjukkan karakteristik yang berbeda.

Beberapa karakteristik yang dapat kita jadikan pertimbangan, selain tarif tentunya, misal:

  • Jangka pembayaran

Tidak semua klien membayar dalam jangka waktu yang sama. Ada klien yang membayar tunai; ada yang dalam jangka tertentu. Klien yang tarifnya tinggi tapi pembayarannya setiap 60 hari sekali tidak lebih baik untuk bisnis kita dari klien yang tarifnya biasa tapi membayar setiap 30 hari sekali.

  • Risiko gagal bayar

Risiko kegagalan menagih utang agensi yang berada di luar negeri lebih besar daripada risiko menagih utang agensi yang berada satu kota dengan kita. Klien perseorangan yang tiba-tiba datang untuk menerjemahkan teks dalam jumlah besar memiliki risiko gagal bayar yang lebih besar daripada perusahaan bonafide yang sudah sering memberi kita pekerjaan terjemahan.

  • Frekuensi Pekerjaan

Perusahaan yang tarifnya biasa tapi menyodorkan pekerjaan setiap hari tentu bisa lebih berharga bagi kita daripada perusahaan yang membayar tarif mahal tapi hanya memberikan pekerjaan satu tahun sekali. Sebaliknya, agensi yang mengirimkan pekerjaan setiap hari tapi pembayarannya lambat akan menyita waktu kerja, sekaligus memberatkan arus kas usaha terjemahan kita.

  • Tenggat

Agensi biasanya tenggatnya sangat ketat sedang penerbit seringnya menyediakan tenggat yang cukup longgar. Order terjemahan dengan tenggat longgar bisa menjadi cadangan pekerjaan sehingga kita selalu mempunyai pekerjaan terjemahan di tangan. Pengelolaan sumberdaya kita untuk tenggat yang longgar juga lebih mudah.

Dengan memperhatikan beberapa ciri di atas dan kategori yang telah kita tetapkan, Anda bisa menyusun tabel seperti di bawah. Kolom persentase kita isi dengan persentase volume pekerjaan yang kita terima dari masing-masing kategori klien. Selanjutnya, Anda perlu melakukan penilaian pada masing-masing kategori. Tabel di bawah dan penilaiannya dapat Anda kembangkan sendiri sesuai klien yang Anda miliki dan ciri masing-masing yang tentunya lebih Anda pahami.


Persentase Tarif Pembayaran Risiko Frekuensi Tenggat
Individu 8% Baik Cepat Tinggi Rendah Panjang
Perusahaan 17% Baik Lambat Rendah Tinggi Panjang
Agensi Lokal 20% Jelek Lambat Rendah Tinggi Singkat
Agensi Internasional 25% Baik Lambat Tinggi Rendah Singkat
Penerbit 30% Jelek Lambat Rendah Tinggi Panjang

Dengan tabel seperti ini, kita bisa dengan mudah menentukan prioritas sesuai dengan sasaran bisnis kita. Misal kita ingin memperbaiki arus kas masuk agar tidak selalu sibuk bekerja tapi tidak menerima pembayaran pada akhir bulan. Kita perlu mengurangi volume pekerjaan dari agensi internasional yang pembayarannya lambat, dan mencari tambahan volume dari Individu yang tarifnya, berdasarkan tabel di atas, sama baik tapi dengan jangka pembayaran lebih cepat.

Untuk mengurangi risiko gagal bayar, misalnya, kita perlu mengurangi persentase volume permintaan dari klien yang risikonya tinggi. Kita tentunya tidak ingin sebulan penuh mengerjakan proyek raksasa dari sebuah agensi internasional, tidak sempat memenuhi permintaan klien yang lain, tapi ketika tiba saatnya menerima pembayaran, klien menghilang tanpa bekas. Jika selama ini kebanyakan klien kita terdiri dari agensi internasional yang risiko gagal bayarnya tinggi, kita perlu mulai mencari agensi lokal juga yang meskipun tarifnya lebih rendah tapi risikonya lebih kecil.

Contoh berikutnya, jika tidak ingin kebosanan menghabiskan berminggu-minggu tanpa pekerjaan terjemahan, kita harus mencari pesanan dari klien yang volumenya atau frekuensinya tinggi dengan tenggat yang longgar. Klien perseorangan, meskipun tarifnya baik, tapi frekuensi rendah. Jika kita terlalu banyak menghabiskan waktu mengurusi klien ini,  kita bisa-bisa harus melewati berminggu-minggu tanpa menerjemahkan. Solusinya, kita bisa mencari order terjemahan dari penerbit yang bisa membagikan volume pekerjaan yang besar. Dengan demikian, di saat tidak ada pekerjaan terjemahan dengan tenggat yang ketat, selalu ada terjemahan yang bisa dikerjakan.

Beberapa contoh di atas setidaknya dapat menampilkan gambaran singkat bagaimana kita dapat menggunakan tabel yang sederhana untuk mengelola portofolio klien kita. Dengan pengelolaan ini, kita bisa dengan sadar menentukan klien yang ingin kita utamakan dalam memenuhi sasaran bisnis kita. Yang perlu diingat, seiring waktu, tentunya sasaran bisnis dan sumberdaya yang kita miliki akan berubah, karena itu menilik dan menata ulang portofolio klien kita wajib dilakukan secara berkala.

8 responses so far

Kiat Memilih Penerjemah

Jul 26 2010 Published by under Uncategorized

Dengan banyaknya iklan yang menawarkan jasa terjemahan, baik melalui koran, selebaran, dan sebagainya, dengan janjinya masing-masing, tentu tidak mudah bagi kita untuk memilih penerjemah ketika membutuhkannya. Sebagai pijakan awal, ada tiga hal yang bisa Anda pertimbangkan guna mendapatkan terjemahan yang sesuai kebutuhan Anda: kualitas, keandalan, dan tarif. Penerjemah yang akan Anda pilih hendaknya adalah penerjemah dengan kualitas terjemahan yang Anda harapkan, yang dapat diandalkan untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, dan dengan tarif terjemahan yang sepadan dengan kualitas yang ditawarkan. Berikut adalah beberapa kiat yang dapat Anda gunakan dalam memilih penerjemah:

Pilih penerjemah yang berlatar belakang pendidikan bahasa dan/atau memiliki pengalaman menerjemahkan

Dalam menerjemahkan, penerjemah pasti menghadapi masalah-masalah teknis bahasa, baik dalam memahami kalimat bahasa sumber atau mencari padanan dalam bahasa sasaran. Dengan latar belakang pendidikan bahasa, penerjemah akan lebih mudah dan lebih cepat memecahkan masalah seperti ini karena memiliki perangkat analisis yang diperlukan. Pilihan yang lain adalah dengan mencari penerjemah yang telah berpengalaman. Latar belakang pendidikan formal sedikit banyak dapat digantikan dengan pengalaman. Penerjemah yang sudah cukup berpengalaman dalam menerjemahkan meskipun tidak berlatar pendidikan bahasa biasanya memiliki rasa bahasa yang cukup tinggi untuk mengatasi kebanyakan masalah tersebut. Kendati idealnya adalah menemukan penerjemah yang memenuhi keduanya, yang terpenting adalah jangan hanya memilih penerjemah semata-mata karena yang bersangkutan menguasai dua bahasa karena dua bahasa saja tak cukup.

Pilih penerjemah yang berpengalaman mengerjakan materi yang sama dengan materi yang ingin Anda terjemahkan

Seorang penerjemah profesional biasanya dapat menerjemahkan sebagian besar jenis teks karena dapat melakukan riset kecil jika menemukan kesulitan dalam menerjemahkan. Namun, riset seperti ini akan memakan waktu dan hasilnya belum tentu akurat. Kesulitan dalam menerjemahkan materi yang asing bagi penerjemah adalah dalam memahami dan menerjemahkan terminologi yang bersifat teknis. Jika teks yang ingin Anda terjemahkan adalah teks hukum misalnya, akan ada banyak terminologi hukum dalam teks tersebut. Seorang penerjemah yang tidak berpengalaman mengerjakan penerjemahan hukum akan memerlukan waktu yang lebih lama dan hasil terjemahan yang mungkin kurang akurat. Oleh karena itu, lebih baik jika dari awal kita mencari penerjemah yang sudah berpengalaman menerjemahkan materi yang sama dengan materi Anda.

Pilih penerjemah dengan riwayat kerja yang baik

Selain kualitas terjemahan, keandalan penerjemah dalam menyerahkan hasil terjemahan tepat waktu tentunya adalah yang diharapkan oleh pengguna jasa terjemahan. Terjemahan yang paling sempurna pun tidak akan ada nilainya jika diserahkan melewati hari saat terjemahan tersebut diperlukan. Jika Anda belum pernah bekerja dengan seorang penerjemah, Anda mungkin tidak mengetahui apakah seorang penerjemah dapat diandalkan atau tidak. Namun, Anda selalu dapat mengetahui riwayat kerja penerjemah tersebut dengan bertanya kepada orang yang pernah bekerja dengannya.

Pilih penerjemah dengan memberikan pekerjaan kecil dahulu sebagai ujian

Cara yang cukup akurat dalam memilih penerjemah adalah dengan mempertimbangkan hasil kerjanya secara langsung. Jika bahan yang akan Anda terjemahkan jumlahnya cukup besar, Anda dapat memulai dengan mengirimkan pekerjaan kecil dahulu kepada seorang penerjemah untuk mengujinya. Dari hasil pekerjaannya ini, Anda dapat menentukan apakah akan menggunakan penerjemah tersebut seterusnya. Biasanya dari sini Anda akan melihat setidaknya beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan, seperti kualitas terjemahan yang bersangkutan, keandalan penerjemah dalam memenuhi tenggat yang diberikan, dan sebagainya. Anda bisa menjadikan ini sebagai referensi awal. Jika hasilnya sesuai dengan yang Anda butuhkan, Anda dapat terus melanjutkan dengan proyek yang lebih besar. Namun, jika tidak, Anda bisa memutuskan untuk tidak lagi menggunakan penerjemah yang bersangkutan.

Pilih penerjemah selalu berdasarkan kualitasnya, bukan tarif

Tidak semua penerjemah yang kualitasnya bagus tarifnya tinggi; dan sebaliknya tidak semua penerjemah yang kualitasnya jelek tarifnya rendah. Kalau keputusan Anda dalam memilih penerjemah semata-mata ditentukan oleh tarif yang ditawarkan, kemungkinan besar Anda tidak akan mendapatkan penerjemah yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pencarian Anda akan penerjemah hendaknya selalu diawali dengan mencari penerjemah yang kualitas terjemahannya dapat memenuhi kebutuhan Anda. Jika Anda sudah menemukan beberapa calon yang menawarkan kualitas sebanding, Anda dapat bergerak dengan mempertimbangkan tarif yang ditawarkan.

Pilih penerjemah yang tidak menawarkan tarif yang kelewat murah

Seperti dalam membeli produk lainnya, kita harus waspada terhadap penawaran harga yang jauh lebih murah dari pada harga pasar. Penerjemah agar dapat menghasilkan terjemahan yang ideal, setidaknya memerlukan waktu 1 jam untuk menyelesaikan 250-300 kata teks sumber (kurang lebih 1 halaman). Jika ada penerjemah yang menawarkan harga terjemahan separuh dari harga pasar, ini berarti jika penerjemah tersebut ingin mendapatkan pendapatan yang sama, ia harus bekerja dua kali lipat dari pada kecepatan wajarnya. Pekerjaan yang tergesa-gesa seperti ini pasti akan mempengaruhi kualitas terjemahannya. Kemungkinan lain yang dilakukan penerjemah untuk menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat adalah dengan menggunakan mesin penerjemah. Ini tak kalah buruknya bagi kualitas terjemahan yang dihasilkan. Jika yang Anda cari adalah terjemahan yang berkualitas, hendaknya Anda menolak tawaran penerjemah yang Anda ketahui menggunakan mesin penerjemah. Perlu selalu diingat bahwa terjemahan mesin bukan terjemahan manusia.

Untuk referensi lebih lanjut tentang kiat-kiat dalam membeli jasa terjemahan, Anda dapat membaca terbitan dari FIT di sini atau terbitan dari ATA di sini.

2 responses so far

Sertifikasi Nasional Pertama bagi Penerjemah di Indonesia

Jul 18 2010 Published by under Uncategorized

Tanggal 17 Juli 2010 kemarin merupakan salah satu hari bersejarah bagi profesi penerjemah di Indonesia. Untuk pertama kalinya, Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) mengadakan tes sertifikasi nasional bagi anggotanya. Tes yang berlangsung di Jakarta ini dilaksanakan guna menanggapi kebutuhan akan surat bukti kompetensi profesi bagi penerjemah yang berlaku secara nasional.

Peserta Tes Sertifikasi Nasional (TSN) ini adalah penerjemah profesional yang menjadi anggota HPI. Untuk mengikuti TSN, anggota HPI harus memenuhi beberapa persyaratan tertentu, seperti berpengalaman kerja sebagai penerjemah sedikitnya tiga tahun, mempunyai bukti hasil kerja berupa buku yang sudah diterbitkan atau dokumen yang sudah diterjemahkan. Anggota HPI juga diminta untuk menunjukkan partisipasinya dalam kegiatan organisasi HPI, baik dalam bentuk pelatihan, seminar, diskusi, maupun lokakarya. Selain itu, peran serta dalam kongres, forum, seminar tentang penerjemahan, baik tingkat internasional mau pun nasional, juga dijadikan sebagai pertimbangan seleksi untuk mengikuti TSN.

TSN yang memungut biaya sebesar Rp. 1.000.000. ini diadakan di Gedung Setiabudi 2, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta, dan tercatat 14 orang penerjemah anggota HPI mengikutinya. Dari peserta yang hadir, beberapa sengaja datang dari sejumlah daerah di Indonesia khusus untuk mengikuti tes ini. Materi tes yang berlangsung selama empat jam ini terdiri atas tiga bagian yang dikerjakan secara manual dengan tulisan tangan. Bagian pertama adalah untuk menguji ketepatan penyampaian pesan dalam terjemahan peserta. Dalam waktu 45 menit yang diberikan, peserta harus menerjemahkan sebuah teks umum sepanjang 486 kata. Bagian kedua menguji keterampilan menerjemahkan peserta. Di bagian ini, peserta diwajibkan untuk memilih salah satu teks yang disediakan yang terdiri dari berbagai bidang untuk diterjemahkan. Pilihan bidang yang disediakan antara lain hukum, sosiologi, ekonomi, sastra, dan kesehatan. Pada bagian yang terakhir, peserta diminta untuk menjawab pertanyaan tentang contoh kasus yang terkait dengan kode etik HPI. Kasus yang ditampilkan merupakan contoh kasus yang aktual dan dapat ditemui oleh penerjemah dalam kerjanya sehari-hari.

Bagi peserta tes yang lulus, HPI yang merupakan organisasi profesi penerjemah dan juru bahasa di Indonesia yang sudah diakui oleh organisasi penerjemah internasional (Fédération Internationale des Traducteurs) sejak tahun 1974 ini akan menerbitkan sertifikat yang menyatakan bahwa penerjemah yang bersangkutan mampu menjalankan tugasnya sebagai penerjemah profesional. Sertifikat ini berlaku secara nasional. Sesudah jangka waktu lima tahun, penerjemah harus mengikuti ujian penyegaran yang dilaksanakan oleh HPI guna mempertahankan sertifikatnya tersebut.

9 responses so far

Next »